Sabtu, 11 Mei 2013

Masalah yang dihadapi siswa

Masalah Yang Dihadapi Siswa


                                                                          BAB I
PENDAHULUAN
A.                                                                                          
Peserta didik pada umumnya tentu perlu mendapat suatu bimbingan selain dari orang tua yaitu pihak sekolah guna membentuk karakter peserta didik. Namun antara satu individu satu dengan individu lain tentu memiliki bermacam-macam karakteristik masing-masing. Memiliki keunikan masing-masing yang tidak sama dengan individu lain.
Oleh karena itu proses perkembangan yang dialami masing-masing peserta didik berbeda-beda dalam keadaan fisik, intelektual , kemampuan, dan bahasanya. Pendidik hendaknya harus mampu memahami perbedaan – perbedaan karakter masing-masing anak didiknya .
Pembelajaran hendaknya memperhatikan perbedaan-perbedaan individual anak, sehingga pembelajaran benar-benar dapat merubah kondisi anak dari yang tidak tahu menjadi tahu,dari yang tidak bisa menjadi bisa dan dari yang berperilaku kurang baik menjadi baik .Kondisi tersebut, selama ini sedikit kurang diperhatikan oleh pendidik, jadi kadang banyak peserta didik yang kurang memperhatikan dengan apa yang telah di ajarkan guru .
Terdapat beberapa factor yang mempengaruhi perkembangan psikologis dan motorik  peserta didik, diantaranya factor dalam diri individu dan factor dalam luar diri individu .
B.     Rumusan Masalah
Mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi oleh siswa di Sekolah Dasar
Menjelaskan cara penyelesaian masalah yang tepat sesuai dengan masalah yang dihadapi siswa. Menjelaskan dampak-dampak yang timbul akibat permasalahan yang dihadapi
Memberikan solusi dan penanganan yang tepat sesuai dengan masalah yang sedang dihadapi. Mengevaluasi dan menindak lanjuti berdasarkan permasalahan yang ada.
C.     Tujuan
1.      Mengetahui masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh siswa Sekolah Dasar.
2.      Memberikan solusi yang tepat dan mengetahui bagaimana cara penyelesaiannya.
3.      Mengidentifikasi perkembangan belajar pada diri peserta didik.
4.      Menjelaskan dampak negatif yang timbul apabila permasalahan tersebut tidak bisa diatasi,dan juga dampak positif yang timbul apabila permasalahan tersebut bisa diatasi.
5.      Bisa mengetahui beragam permasalahan pada siswa dan beragam permasalahan tersebut dapat teratasi.

BAB II
PEMBAHSAN
A.Identifikasi Masalah
Identifikasi Siswa
Nama                                        : Farhan Saputra
Jenis Kelamin                          : Laki- Laki
Sekolah                                   : MI AL-HUSNA
Kelas                                       : 5
Tempat Tanggal Lahir             : Palembang 26 April 2003
Umur                                       : 10 Tahun
Agama                                     : Islam

2.Identitas Orang Tua
Nama   Ayah                           :  Maman
Pendidikan                              : SLTP
Pekerjaan                                 : Buruh
Penghasilan / bulan                 :  < 1.000.000,00

Nama Ibu                                : Neneng
Pendidikan                              : SMU
Pekerjaan                                 : Ibu Rumah Tangga
            Farhan adalah siswa yang tergolong hiperaktif, dimana dia sering mengganggu teman-temannya di kelas atau pun dilingkungan sekolahnya. Dia dikenal siswa yang cukup bandel, sering membuat keributan dikelas pada saat terjadi proses belajar mengajar.
            Karena sifat bandelnya tersebut Farhan kurang disukai dengan teman-temannya, namun walau begitu Farhan juga termasuk siswa yang pandai bergaul, terbukti dari lingkungan sekolah farhan cukup memiliki banyak teman.
            Farhan termasuk siswa yang malas belajar sehingga guru-guru pun hafal kepadanya karena sifat malasnya tersebut, Farhan jarang membuat tugas sendiri, kalaupun mengerjakan PR nya pasti didapat dari mencontek jawaban tugas temannya.
            Dalam kegiatan belajar-mengajar Farhan sering tidak memperhatikan penjelasan dari guru-gurunya, justru banyak membuat kekacauan dikelas, menciptakan keributan, dan justru mengganggu teman-temannya yang sedang belajar, hal ini membuat teman-teman dikelasnya menjadi tidak nyaman. Bahkan Farhan tidak sopan dengan guru-gurunya, membantah ketika dinasehati.
Semangat belajar Farhan sangatlah rendah, oleh sebab itu  apa yang telah iya kerjakan sama hasilnya dengan prestasi yang diraihnya. Padahal Kedua orang tua Farhan juga selalu mendukung dan selalu memperhatikan Farhan saat belajar dirumah namun farhan tidak seriusn dalam belajar. Namun kelemahanya Ke dua orang tuanya kurang memperhatikan kondisi belajar Farhan di Sekolah, karena sibuk bekerja. Namun Farhan tidak pernah bolos sekolah. Ketika Farhan mulai masuk dikelas cenderung tidak memperhatikan pelajaran malah asyik ngobrol dengan temannya, farhan juga jarang aktif di kelasnya, tidak pernah menjawap pertanyaan yang diberikan guru, dan seakan acuh terhadap pelajaran .
Farhan juga tidak pernah bertanya kepada guru setelah guru menjelaskan materi. Farhan tidak pernah mengerjakan tugas, dan ketika gurunya bertanya mengapa tidak dikerjakan alasan Farhan  adalah lupa. Farhan lamban mengerjakan tugas disekolah ,pada saat ulangan pun nilainya cenderung menurun . 
Kemudian dilakukan evaluasi sesuai masalah yang dialami Farhan yang terlihat . Dan seterusnya dapat diperkirakan sifat dan jenis masalah yang telah dihadapi Farhan.
Dalam pengamatan terlihat Farhan lebih asyik mengobrol dengan temannya, dibanding mendengarkan materi yang di jelaskan oleh guru, maka Farhan disimpulkan  terpengaruh buruk dari teman sekitar . Farhan harus mendapatkan bimbingan khusus guna mengetahui masalah yang telah dialami Farhan.  Perkiraan penyebab masalah yang timbul pada diri  farhan tersebut selanjutkan akan diuraikan / dalam penetapan masalah yang timbul pada diri Farhan dalam diagnosis
B.Diagnosis Terhadap Kasus Farhan
Setelah melakukan Identifikasi masalah,langkah selanjutnya adalah langkah diagnosis yaitu penetapan masalah .Dalam langkah ini dilakukan pengumpulan informasi yang bersumber dari orang tua Farhan, Saudara Farhan ,tetangga tetangga ,teman-teman dekat Farhan, serta guru yang bersangkutan .Dari informasi yang telah didapatkan , Farhan tampaknya terlihat seperti putus harapan sehingga dia berbuat semaunya, sepertinya dia mencari perhatian yang lain..
Berdasarkan analisis ,kemudian ditetapkan jenis masalah ,bentuk masalah yang tengah dihadapi Farhan adalah dikarenakan ke arah negative.
Setelah menganalisis masalah yang dihadapi Farhan, perubahan sifat buruknya juga disebabkan oleh beberapa hal lain antara lain faktor internal dan eksternal :
        Faktor Internal
1        Belajar berkurang karena kurang diperhatikan
2        Merasa ingin lebih diperhatikan lagi oleh kedua orang tuanya
3        Kurang menghargai guru mengajar ( kurang memperhatikan pelajaran )
4        Emosi kurang terkendali
Faktor Eksternal
1        Lingkungan belajar siswa ( keluarga ) .Kurangnya perhatian orang tua terhadap perkembangan belajar Farhan
2        kurangnya dukungan motivasi belajar
3        Kedua orang tua terlalu sibuk mementingkan pekerjaan masing-masing
4        Orang tua terlalu sering bertengkar di depan anaknya langsung
Setelah melakukan diagnosis, penulis melakukan beberapa hal Pemberian bimbingan secara khusus guna penyelesaian, solusi terhadap kasus Farhan yaitu :
1        Bekerja sama dengan orang tua siswa  
2        Berkomunikasi dengan orang tua siswa guna penyelesaian masalah 
3        Pemberian motivasi, dukungan dan arahan positif 

Beberapa kemungkinan apabila masalah-masalah yang dihadapi siswa bisa diselesaikan yaitu :
1        Prestasi siswa akan bisa terus meningkat
2        Kemampuan bakat siswa akan semakin berkembang
3        Pandangan siswa tentang masa depannya akan lebih cerah
4        Siswa akan kembali mempunyai semangat belajar yang tinggi
Adapun kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi apabila masalah yang dihadapi siswa tidak bias diselesaikan  :
1.      Semangat belajar siswa akan semakin menurun dan semakin memburuk
2.      Prestasi siswa akan semakin menurun
3.      Siswa akan semakin terpuruk dan akan menjadi siswa yang berperilaku negatif 
4.      Kemampuan bakat siswa akan terpendam dan tidak bisa berkembang.
5.      Siswa tidak akan punya pandangan ke depan untuk masa depannya ( cita-cita )
6.      Hubungan siswa dengan kedua orang tuanya akan semakin memburuk

C.Alih Tangan Kasus Farhan
Dari jenis masalah yang sedang dihadapi Farhan, penulis belum melakukan alih tangan  khusus, mengingat kasus tersebut juga menyangkut urusan rumah tangga keluarga Farhan, pihak sekolah maupun guru, hanya memberi solusi, bimbingan, arahan positif kepada pihak orang tua maupun kepada Farhan, guna mengembalikan semangat belajar Farhan yang tinggi . 
D. Bimbingan untuk Mengatasi Menurunnya semangat belajar yang dihadapi Farhan
Adapun bimbingan yang dapat diberikan kepada siswa untuk mengatasi masalah tersebut adalah sebagai berikut :
1        Bimbingan individu. Pihak guru dan orang tua hendaknya mampu menanamkan keyakinan kepada siswa agar tetap semangat dalam belajar meskipun siswa  menghadapi  suatu masalah yang berat.
2        Memberi pengertian kepada siswa untuk mengatur kegiatannya di rumah ataupun di sekolah, jangan sampai kegiatan bermain mengganggu tugas utama sebagai siswa yaitu belajar .Mengingatkan kepada siswa bahwa suatu kemampuan belajar haruslah dikembangkan, dan memotivasi siswa agar mengoptimalkan belajar sehingga prestasi tidak akan menurun,  dan kemungkinan prestasi akan bisa terus dipertahankan juga semakin meningkat. Mengusahakan siswa untuk sering bertemu dan belajar bersama dengan orang yang dipercaya dan mengerti keadaan siswa, dan interaksi social siswa tidak akan terpuruk serta berkembang secara teratur .
3        Mengusahakan siswa untuk bisa terbuka kepada orang tua ataupun guru pembimbing agar jika siswa mengalami masalah maka gugu pembimbing bias maupun orang tua  memberi solusi. Menciptakan kedisiplinan kepada anak ,orang tua atau pun guru pembimbing dapat menciptakan disiplin dalam belajar yang dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan .
4        Kerjasama dengan orang tua juga sebaiknya mampu memberikan perannya dalam hal-hal berikut: Orang tua hendaknya memberikan perhatian yang penuh kepada siswa, agar dapat menambah semangat siswa,untuk belajar lebih baik lagi ,meskipun keadaan orang tua kurang harmonis. Orang tua hendaknya memberikan semangat kepada siswa agar selalu giat belajar. Orang tua harus selalu mengingatkan kepada siswa untuk memanfaatkan waktu luangnya untuk belajar .
5        Kerjasama dengan guru
Guru hendaknya melakukan pendekatan-pendekatan kepada siswa dan memberi motivasi siswa untuk terus belajar, dan mempertahankan prestasinya
Guru sebaiknya bertanya langsung kepada siswa guna memperoleh informasi yang tepat mengenai dirinya hendaknya mencari situasi yang tepat untuk berkomunikasi secara terbuka dengan siswa, setelah itu ajak anak untuk mengungkapkan penyebab iya malas belajar .
Guru hendaknya member perhatian yang khusus kepada siswa guna keberhasilan siswa dalam belajar, dan melakukan bimbingan dalam bentuk tambahan waktu belajar
Guru seharusnya melakukan hubungan kerjasama yang baik dengan orang tua dan melaporkan kepada orang tua tentang perkembangan siswa dalam belajar
Guru hendaknya menegakkan kedisiplinan kepada siswa, bilamana siswa melakukan suatu pelanggaran saat belajar dan siswa meninggalkan kesepakatan yang telah disepakati,apabila siswa melakukan pelanggaran sedapat mungkin hindari sanksi yang bersifat fisik, untuk mengalihkannya gunakan konsekuensi logis yang yang dapat diterima oleh akal pikiran siswa
E. Kegiatan Tindak Lanjut
Dalam upaya memberikan layanan terhadap Farhan dan siswa lain yang juga mengalami penurunan dalam belajar, penulis merekomendasikan pihak sekolah untuk melakukan beberapa kegiatan diantaranya :
1        Memberikan motivasi Intrinsik dan ekstrinsik
·         Motivasi Intrinsik
Motivasi yang dimaksud adalah pemberian dorongan yang berasal dari dalam diri individu dan  guru memberikan  dorongan untuk siswa belajar. Karena  motivasi intrinsic memiliki pengaruh yang efektif karena motivasi intrinsic relative lebih lama dan tidak akan tergantung pada motivasi dari luar. Guru memberikan dorongan kepada siswa yang bersumber pada diri individu untuk lebih maju ,lebih kreatif dan bersifat positif dalam menghadapi suatu masalah.
·         Motivasi Ekstrinsik
Adalah faaktor yang dating dari luar diri individu tetepi member pengaruh terhadap kemauan belajar siswa. Seperti pujian, peraturan, tata tertib, teladan guru, orang tua.
Jadi guru memberikan dorongan spiritual kepada siswa, berupa memberi pujian kepada siswa,memberi tata tertib, menciptakan kedisiplinandi sekolah ataupun di rumah, guru memberi contoh teladan yang baik kepada siswanya, dengan begitu siswa tidak akan berbuat melanggar peraturan dalam kegiatan pembelajaran, siswapun akan merasa nyaman, tanpa beban dan masalah.
2.  Pihak sekolah hendaknya menyediakan guru pembimbing khusus guna mengatasi kasus Farhan ataupun kasus Perkembengan belajar lainnya. Mungkin dengan adanya guru pembimbing khusus siswa akan dengan mudah menceritakan setiap masalah Belajar nya kepada guru pembimbing, dengan begitu gugu pembimbing akan memberi solusi langsung kepada siswa untuk menyelesaiakan masalahnya tanpa harus siswa berbuat semaunya sendiri karena merasa patah semangat dan putus harapan dengan mengahadapi berbagai  masalah yang dihadapi .
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan

Dari semua uraian yang telah dibahas ,maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan belajar mengajar, tidak hanya didukung dari pihak sekolah saja, namun orang tua juga berperan penting dalam perkembangan belajar siswa. Orang tua dan pihak sekolah harus sama-sama mendukung proses pembelajaran siswa guna membentuk karakter siswa. Anak Sekolah Dasar pada umumnya masih banyak memerlukan dukungan, bimbingan, arahan, perhatian  dari orang tua untuk memotivasi belajarnya, bukan hanya dari pihak sekolah saja.
Dan pada dasarnya bimbingan atau arahan merupakan proses memberikan bantuan kepada pihak siswa agar ia sebagai pribadi memiliki pemahaman akan diri sendiri dan sekitarnya,yang selanjutnya dapat diambil keputusan untuk melangkah maju guna menolong diri sendiri dalam menghadapi berbagai masalah. Dimana bimbingan dan pendidikan anak usia dini sangatlah dibutuhkan guna membentuk karakter dasar siswa
B.     Saran
1.      Bagi Guru 
Diharapkan pihak sekolah memperhatikan masing – masing siswanya, khususnya siswa yang terlibat dalam masalah. Pihak sekolah diharapkan tidak hanya menjadi fasilitator bagi siswa namun juga sebagai motivator. Diharapkan ada kerjasama, komunikasi yang terus berjalan antara sekolah dengan wali murid. Diharapkan pihak sekolah dapat mengetahui perkembangan belajar masing-masing siswanya, khususnya siswa yang terlibat dalam masalah sehingga tidak akan membuat siswanya mengurangi semangat belajar
2.Bagi Orang Tua
Sebaiknya orang tua banyak meluangkan waktu untuk memperhatikan perkembangan belajar anaknya di sekolah ataupun di rumah. Hendaknya orang tua jangan sampai bertengkar di depan anak, karena itu akan semakin membuat anak terpuruk,merasa menyerah, kurang diperhatikan, putus harapan. Orang tua hendaknya memberikan keleluasan kepada anak untuk menentukan pilihannya,namun dalam pengawasan orang tua
Selalu memberikan motivasi, semangat rarahan-arahan yang mengarah pada hal positif. Orang tua seharusnya bekerja sama dengan sekolah,agar saat anak merasa terpuruk karena orang tua, orang tua dapat meminta sekolah untuk memotivasi anak, memberi semangat, agar hal tersebut tidak sampai mengurangi semngat belajarnya. Orang tua seharusnya menjadi tempat bersandar anak, berbagi keluh kesah, memberi perhatian, sehingga anak akan merasa nyaman untuk menceritakan masalah yang dihadapi.






DAFTAR PUSTAKA
http://ecinhartina.blogspot.com/2011/05/masalah-masalah-yang-sering-di-hadapi.html

bimbingan konseling

Bimbingan Konseling


A.Hakikat Bimbingan dan Konseling di SMP
M. Surya (1988: 12) berpendapat bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian atau layanan bantuan yang terus menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai perkembangan yang optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungan. Sedangkan menurut Oemar Hamalik (2000: 193) bimbingan ialah penolong individu agar dapat mengenal dirinya dan supaya individu itu dapat mengenal serta dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi di dalam kehidupannya.
Dari dua pendapat di atas dapat ditarik sebuah inti sari bahwa bimbingan dalam penelitian ini merupakan suatu bentuk bantuan yang diberikan kepada individu agar dapat mengembangkan kemampuannya secara optimal mungkin, dan membantu siswa agar memahami dirinya (self understandng), menerima dirinya (self acceptance), mengarahkan dirinya (self direction), dan merealisasikan dirinya (self realization). Konseling adalah proses pemberian yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli kepada individu yang mengalami suatu masalah yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi oleh klien (Prayitno, 1997: 106). Sedangkan menurut MunginEddy Wibowo 91986: 39) konseling merupakan upaya bantuan yang diberikan kepada seseorang supaya dia memperoleh konsep diri sendiri, untuk dimanfaatkan olehnya dan memperbaiki tingkah lakunya pada masa yang akan datang.
Dari pengertian tersebut, dapat penulis sampaikan ciri-ciri pokok konseling, yaitu:
1.      Adanya bantuan dari seorang ahli
2.      Bantuan diberikan kepada individu yang mengalami masalah agar memperoleh konsep diri dan kepercayaan diri dalam mengatasi masalah guna memperbaiki tingkah lakunya di masa yang akan datang.
3.      Proses pemberian bantuan dilakukan dengan wawancara konseling
A.      Perlunya Bimbingan dan Konseling di SMP
Jika ditunjau secara mendalam, setidankanya ada tiga hal utama yang melatarbelakangi perlunya bimbingan yakni tinjauan secara umum, sosio kultural dan aspek psikologis. Secara umum, latar belakang perlunya bimbingan berhubungan erat dengan pencapaian tujuan pendidikan nasional yaitu: meningkatkan kualitas sumber daya manusia indonesia yaitu: meningkatkan kualitas sumber daya manusia indonesia yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap tuhan yang maha esa, berbudi pekerti luhur, bekerja keras, bertanggung jawab, mandiri, cerdas,    dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. Untuk mewujudkan tujuan tersebut perlu mengintegrasiakan seluruh komponen yang ada dalam pendidikan, salah satunya komponen bimbingan. Bila dicermati dari sudut rasio kultural, yang melatar belakangi perlunya proses bimbingan adalah adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat sehingga berdampak disetiap dimensi kehidupan.
Ada lima hal yang melatar belakangi perlunya layanan bimbingan di sekolah yakni:
1.      Masalah perkembangan individu
2.      Masalah perbedaan individual
3.      Masalah kebutuhan individu
4.      Masalah penyesuaian diri dan kelainan tingkah laku
5.      Masalah belajar
B.        Fungsi Bimbingan dan Konseling di SMP
Sugiyo Dkk(1987:14) menyatakan bahwa ada tiga fungsi bimbingan dan konsling, yaitu:
1.      Fungsi penyaluran (distributuf)
Fungsi penyaluran ialah fungsi bimbingan dalam membantu menyalurkan siswa-siswa dalam memilih program-program pendidikan yang ada disekolah, memilih jurusan sekolah, memilih jenis sekolah sambungan ataupun lapangan kerja yang sesuai dengan bakat, minat, cita-cita dan ciri-ciri kepribadiannya. Disamping itu sangsi ini meliputi pula bantuan untuk memiliki kegiatan-kegiatan disekolah antara lain membantu menempatkan anak dalam kelompok belajar dan lain-lain.
2.      Fungsi penyesuaian(adjustif)
 Fungsi penyesuaian yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa untuk memperoleh penyesuaian pribadi yang sehat. Dalam berbagai tehnik bimbingankhususnya dalam tehnik konsling, siswa dibantu menghadapi dan memecahkan masalh-masalah dan kesulitannya. Fungsi ini juga membantu siswa dalam usaha mengembangkan dirinya secara obtimal.
3.      Fungsi Adabtasi(adaptif)
Fungsi adaptasi ialah fungsi bimbingan dalam rangka membantu stap sekolah khususnya guru dalam mengadaptasikan program pengajaran dengan ciri khusus dan kebutuhan pribadi siswa-siswa. Dalam fungsi ini pembimbing menyampaikan data tentang ciri-ciri, kebutuhan minat dan kemapuan serta kesulitan-kesulitan siswa kepada guru. Dengan data ini guru berusaha untuk merencanakan pengalaman belajar bagi para siswanya. Sehingga para siswa memperoleh pengalaman belajar sesuai dengan bakat, cita-cita, kebutuhan dan minat (Sugiyo, 1987:14).
C.      kegiatan BK Dalam Kurikulum BerbasisKompetensi
            Berdasarkan pedoman kutikulum berbasis kompetensi bidang bimbingan konseling(2004) dinyatakan bahwa kerangka kerja layanan BK dikembangkan dalam suatu program BK yang dijabarkan dalam empat kegiatan utama, yakni :
1.        Layanan Dasar Bimbingan
Layanan dasrbimbingan adalah bimbingan yang bertujuan untuk membantu seluruh siswa mengembangkan perilaku efektif dan keterampilan hidup yang mengacu pada tugas-tugas perkembangan siswa-siswa SD.
2.        Layanan responsif
Layanan responsif adalah layanan bimbingan ang bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan yang dirasakan sangat penting oleh peserta didik saat ini. Layanan ini lebih bersifat preventik ayau mungkin kuratif. Strategi yang digunakan adalah konseling individual, konseling kelompok , dan konsultasi. Isi layanan responsif adalah:
a.       Bidang pendidikan
b.      Bidang belajar
c.       Bidang sosial
d.      Bidang pribadi
e.       Bidang karier
f.       Bidang tata tertib
g.      Bidang nakotika dan perjudian
h.      Bidang perilaku sosial
i.        Bidang kehidupan lainnya
3.        Layanan perencanaan individual
Layanan perencanaan individual adalah layanan bimbingan yang membantu seluruh peserta didik dan mengimplementasikan rencana-rencana pendidikan, karir dan kehidupan sosial dan pribadinya. Tujuan utama dari layanan ini untuk membantu siswa memantau pertumbuhan dan memahami perkembangan sendiri.
4.        Dukungan sistem
       Dukungan sistem adalah kegiatan-kegiatan manejemen yang bertujuan memantapkan, memelihara dan meningkatkan program bimbingan secara menyeluruh. Hal ini dilaksanakan melalui pengembangan profesionalitas, hubungan masyarakat dan staf,konsultasi dengan guru, staf ahli/ penasehat, masyarakat yang lebih luas, manajemen program, penelitian dan pengembangan (Thomas Ellis, 1990).
Kegiatan utama layanan dasar bimbingan yang responsif dan mengandung perencanaan individual serta memiliki dukungan sistem dalam implementasinya didukung oleh beberapa jenis layanan BK, yakni:
a.       Layanan pengumpulan data
b.      Layanan informasi
c.       Layanan penempatan
d.      Layanan konseling
e.       Layanan referal/melimpahkan ke pihak lain
f.       Layana penilaian dan tindak lanjut (Nurihsan, 2005: 21)
D.      Peran Guru Mata Pelajaran dalam Pelaksanaan BK
       Guru berusaha membimbing siswa agar dapat menemukan barbagai potensi yang dimilikinya, membimbing siswa agar dapat mencapai dan melaksanakan tugas-tugas perkembangan mereka, sehingga dengan ketercapaian itu ia dapat tumbuh dan berkembang sebagai individu yang mandiri dan produktif. Siswa adalah individu yang unik.Artinya, tidak ada dua individu yang sama. Walaupun secara fisik mungkin memiliki kemiripan, akan tetapi pada hakikatnya mereka tidaklah sama, baik dalam bakat, minat, kemampuan dan sebagainya. Di samping itu setiap individu juga adalah makhluk yang sedang berkembang. Irama perkembangan mereka tentu tidaklah sama juga. Perbedaan itulah yang menuntut guru harus berperan sebagai pembimbing.
       Hubungan guru dan siswa seperti halnya seorang petani dengan tanamannya. Seorang petani tidak memaksa agar tanamannya cepat berbuah dengan menarik batang atau daunnya. Tanaman itu akan berubah manakala ia memiliki potensi untuk berbuah serta telah sampai waktunya berbuah. Tugas seorang petani adalah menjaga agar tanaman itu tumbuh dengan sempurna, tidak terkena hama penyakit yang dapat menyebabkan tanaman tidak berkembangdan tidak tumbuh dengan sehat, yaitu dengan cara menyemai, menyiram, memberi pupuk dan memberi obat pembasmi hama. Demikian juga halnya dengan seorang guru. Guru tidak dapat memaksa agar siswanya jadi “itu” atau jadi “ini”. Siswa akan tumbuh dan berkembang menjadi seseorang sesuaidengan minat dan bakat yang dimilikinya. Tugas guru adalah menjaga, mengarahkan dan membimbing agar siswa tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi, minat dan bakatnya. Inilah makna peran sebagai pembimbing. Jadi, inti dari peran guru sebagai pembimbing adalah terletak pada kekuatan intensitas hubungan interpersonal antara guru dengan siswa yang dibimbingnya.
       Disekolah, tugas dan tanggung jawab utama guru adalah melaksanakan kegiatan pembelajaran siswa. Kendati demikian, bukan berarti dia sama sekali lepas dengan kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling. Peran dan konstribusiguru mata pelajaran tetap sangat diharapkan guna kepentingan efektivitas dan efisien pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Bahkan dalam batas-batas tertentu guru pun dapat bertindak sebagai konselor bagi siswanya. Wina Senjaya (2006) menyebutkan salah satu peran yang dijalankan oleh guru yaitu sebagai pembimbing dan untuk menjadi pembimbing baik guru harus memilki pemahaman tentang anak yang sedang dibimbingnya. Sementara itu, berkenaan peran guru mata pelajaran dalam bimbingan dan konseling,Sofyan S. Willis (2005) mengemukakan bahwa guru-guru mata pelajaran dalm melakukan pendekatan kepada siswa harus manusiawi-religius, bersahabat, ramah, mendorong, konkret, jujur dan asli, memahami dan menghargai tanpa syarat. Lebih jauh, Abin Syamsuddin (2003) menyebutkan bahwa guru sebagai pembimbing dituntut untuk mampu mengidentifikasi siswa yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar, melakukan diagnosa, prognosa, dan kalau masih dalam batas kewenangannya, harus membantu pemecahannnya.Berkenaan dengan upaya membantu mengatasi kesulitan ayau maslah siswa, peran guru tentu berbeda dengan peran yang dijalankan oleh konselor profesional.Sofyan S. Willis (2004) mengemukakan tingkatan masalah yang termasuk kategori ringan, seperti: membolos, malas, kesulitan belajar pada bidang tertentu, berkelahi dengan teman sekolah, bertengkar, minum minuman keras tahap awal , berpacaran, mencuri kelas ringan.
       Dalam konteks organisasi layanan Bimbingan dan Konseling, di sekolah, peran dan konstribusi guru sangat diharapkan guna kepentingan efektivitas dan efisien pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Prayitno (2003) memerinci peran, tugas dan tanggung jawab guru-guru mata pelajaran dalam bimbingan dan konseling adalah:
1.      Membantu konselor mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling, serta pengumpulan data tentang siswa-siswa tersebut.
2.      Membantu memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling kepada siswa.
3.      Mengalihtangankan siswa yang memerlukan pelayanan khusus, seperti pengajaran/latihan perbaikan, dan program pengayaan.
4.      Menerima siswa alih tangan dari konselor, yaitu siswa yang menuntut konselor memerlukan pelayanan khusus, seperti pengajaran/latihan perbaikan, dan program pengayaan.
5.      Membantu mengembangkan suasana kelas, hubungan guru-siswa dan hubungan siswa-siswa yang menunjang pelaksanaan pelayanan pembimbingan dan konseling.
6.      Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa yang memerlukan layanan/kegiatan bimbingan dan konseling untuk mengikuti/menjalani kegiatan yang dimaksudkan itu.
7.      Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah siswa,Seperti konferensi kasus.
8.      Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayanan bimbingan dan konseling serta upaya tindak lanjutnya.Implementasi kegiatan bimbingan dan konseling dalam pelaksanaan Kurikulum Berbasis kompetensi sangat menentukan keberhasilan proses  belajar-mengajar.Oleh karena itu peranan guru mata pelajaran dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan konseling sangat penting dalam rangka mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran yang dirumuskan.
Peranan guru dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling dapat dibedakan menjadi 2(dua) yaitu:
1.Tugas guru dalam layanan bimbingan dalam kelas
       Kejelasan gambaran tugas dapat memotivasi guru untuk berperan secara aktif dalam kegiatan bimbingan dan mereka ikut bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan itu.Perilaku guru dapat mempengaruhi keberhasilan belajar, misalnya guru yang bersifat otoriter akan menimbulkan suasana tegang, hubungan guru siswa menjadi kaku, keterbukaan siswa untuk mengemukakan kesulitan-kesulitan  sehubungan dengan pelajaran itu menjadi terbatas. Oleh karena itu, guru harus dapat menerapkan fungsi bimbingan dalam kegiatan belajar-mengajar. Seorang guru dapat menerapkan bimbingan didalam kelas dengan hal-hal berikut:
a.Guru sebagai pembangkit motivasi belajar
       Pembangkit motivasi belajar oleh guru kelas dapat dilakukan secara khusus menggunakan jam pelajaran atau diselipkan sambil mangajar atau memberikan latihan-latihan.
Selain itu juga harus melakukan upaya-upaya untuk membangkitkan motivasi belajar peserta didik antara lain:
1.      Menjelaskan manfaat dan tujuan dari pelajaran yang diberikan. Tujuan yang jelas dan manfaat yang betul-betul dirasakan oleh peserta didik akan membangkitkan motivasi belajar.
2.      Memilih materi atau bahan pelajaran yang betul-betul dibutuhkan oleh siswa. Sesuatu yang dibutuhkan akan menarik minat siswa, dan minat tersebut merupakan salah satu bentuk motivasi.
3.      Memilih cara penyajian yang bervariasi, sesuai dengan kemampuan peserta didik dan banyak memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mencoba dan berpartisipasi,Banyak berbuat dalam belajar akan lebih membangkitkan semangat dibandingkan hanya dengan mendengarkan.
4.      Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk meraih kesuksesan. Kesuksesan yang dicapai oleh peserta didik akan membangkitkan motivasi belajar, dan sebaliknya kegagalan yang terjadi pada peserta didik dapat menghilangkan motivasi.
5.      Memberikan kemudahan dan bantuan kepada peserta didik dalam proses belajar. Tugas guru ialah membantu mengoptimalkan perkembangan siswa. Agar perkembangan peserta didik lancer, guru memberikan kemudahan-kemudahan dalam belajar, dan tidak mempersulit perkembangan belajar yang dialami siswa. Apabila peserta didik mengalami kesulitan atau hambatan dalam belajar, guru memberikan bantuan baik secara langsung maupun dengan memberikan petunjuk kepada siapa atau kemana meminta bantuan.
6.       Memberikan pujian, ganjaran, ataupun hadiah untuk membanagkitkan motivasi belajar peserta didik.
b. Guru sebagai Tokoh Kunci Dalam Bimbingan
Guru memiliki hubungan yang erat dengan murid, karena guru banyak memiliki waktu dan kesempatan untuk mempelajari murid, mengawasi tingkah laku dan kegiatannya. Kedudukan guru dalam pendidikan yaitu memiliki wewenang sepenuhnya dalam mempelajari dan memahami siswa-siswanya, bukan saja sebagai individu tetapi juga sebagai anggota kelompok atau kelasnya. Sejak siswa masuk ke sekolah dari pagi hari sampai sekolah usai, guru akan memanfaatkan setiap kesempatan untuk membantu BK dalam mengumpulkan data yang diperlukan agar dapat memahami siswa dengan baik.
Sebagian dari data tersebut didapatkan dari murid sendiri atau orang tuanya dengan mengisi formulir-formulir isian atau melalui informasi lisan. Data lainya diperoleh dari pelaksanaan tes atau melalui observasi terhadap kegiatan-kegiatan siswa, kebiasaan dan tingkah lakunya baik didalam kelas maupun diluar kelas. Karena itulah guru memiliki peran penting sebagai anggota utama diantara petugas-petugas bimbingan. Pada umumnya guru tersebut berada pada posisi yang lebih baik untuk mengetahui masalah-masalah, sikap dan kebutuhan siswa sehingga memudahkan guru untuk memberikan bantuan kepada siswa yang membutuhkan.
c. Mengetahui Murid Sebagai Individu
       Tugas pertama guru dalam bimbingan adalah mengetahui atau lebih mengenal siswanya.Kegiatan bimbingan  tidak akan berhasil dengan baik manakala guru kurang memahami siswa. Oleh karena itu diperlukan pemahaman atau pengetahuan terhadap siswa tentang kebiasaannya dalam belajar, dalam bermain, kesehatannya, asal-usulnya, teman-teman karibnya bahkan latar belakang social-ekonominya.(Djumhur,1975:127-129) .
Beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam proses belajar-mengajar sesuai dengan fungsinya sebagai guru dan pembimbing, yaitu:
a.       Mengusahakan agar siswa-siswi dapat memahami dirinya, kecakapan-kecakapan, sikap, minat, dan pembawaanya
b.      Menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan setiap siswa merasa aman, dan berkeyakinan bahwa kecakapan dan prestasi yang dicapainya mendapat penghargaan dan perhatian.
c.       Mengembangkan sikap-sikap dasar bagi tingkah laku social yang baik
d.      Menyediakan kondisi dankesempatan bagi setiap siswa untuk memperoleh hasil yang lebih baik.
e.       Membantu memilih jabatan yang cocok, sesuai dengan bakat, kemampuan dan minatnya.
f.       Perlakuan terhadap siswa secara hangat, ramah, renah hati,menyenangkan.
g.      Perlakuan terhadap siswa secara didasarkan atas keyakinan bahwa sebagai individu,siswa memiliki potensi untuk berkembang dan maju serta mampu mengarahkan dirinya sendiri untuk mandiri.
h.      Kepekaan terhadap perasaan yang dinyatakan oleh siswa dan membantu siswa untuk menyadari perasaanya itu.
i.        Kesadaran bahwa tujuan mengajar bukan terbatas pada penguasaan siswa terhadap bahan pangajaran saja,melainkan menyangkut pengembangan siswa menjadi individu yang lebih dewasa
j.        Sikap yang positif dan wajar terhadap siswa
k.      Pemahaman siswa secara empatik
l.        Penghargaan terhadap martabat siswa sebagai individu
m.    Penampilan diri secara asli (genuine) tidak pura-pura didepan siswa
n.      Kekonkretan dalam menyatakan diri
o.      Penerimaan siswa secara apa adanya
p.      Penyesuaian diri terhadap keadaan yang khusus
2. Tugas Guru Dalam Operasional Bimbingan DiLuar Kelas
a. Bimbingan bagi peserta didik yang sesuai tingkat kecerdasannya
            Meskipun perkembangan belajarnya normal, tetapi mereka membutuhkan bimbingan, untuk mempertahankan prestasi yang telah dicapainya, dan meningkatkannya. Bimbingan terhadap mereka dapat diberikan oleh konselor atau guru pembimbing dan juga guru mata pelajaran. Bimbingan dari konselor lebih bersifat umu, dapat dilakukan secara individual ataupun kelompok, informasi atau adjuktif. Materi bimbingan dapat diarahkan pad perencanaan dan pengembangan diri, peningkatan hubungan social, pemeliharaan dan peningkatan motivasi belajar, disiplin belajar, memperbaiki cara-cara belajar, mengerjakan tugas, latihan DLL.
            Bimbingan yang lebih mengrah pada pemeliharaan dan peningkatan penguasaan materi pelajaran diberikan oleh guru pembimbing dan guru bidang studi. Mereka diharapkan memberikan perhatian yang lebih besar terhadap perkembangan belajar dari siswa, memperhatikan perbedaan individual siswa, Memberikan tugas dan latihan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan meereka. Guru bidang studi juga diharapkan dapat memberikan layanan remedial terhadap peserta didik yang mengalami kesulitan dan pengayaan terhadap peserta didik yang cepat.
            Bimbingan terhadap peserta didik berprestasi rendah juga diberikan oleh konselor, guru pembimbing dan guru bidang studi. Peserta didik berprestasi rendah, dapat dipastikan memiliki masalah, ada factor penyebab yang melatar belakanginya mungkin bersumber pada dirinya mungkin juga diluat dirinya. Guru mata pelajaran harus berusaha menemukan penyebab tersebut. Bila penyebabnya sudah ditemukan langkah selanjutnya adalah memberikan layanan remedial atau korektif terhadap kelemahannya dan pengembangan tarhadap potensi atau kekuatan yang dimilikinya.
            Layanan dari guru pembimbing dan guru bidang studi lebih difokuskan pada layanan remedial dalam beberapa mata pelajaran yang kurang, konselor juga dapat membantu dalam mendiagnosis kelemahan yang diderita para siswa. Berdasarkanhasil diagnosis tersebut guru-guru memberikan layanan remedial. Disamping memberikan layanan remedial guru bidang studi juga hendaknya berusaha untuk menyiapkan dan memberikan pelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa, menciptakan situasi balajar mengajar yang lebih membangkitkan motivasi belajar, lebih permisif dan terbuka pada siswa.
b. Melakukan Kunjungan Rumah
            Kunjumgan rumah merupakan salah satu bentuk layanan bimbingan dan konseling. Fungsi utama dari kunjungan rumah adalah membina hubungan baik dan kerjasama antara guru mata pelajaran dan orang tua siswa. Melalui hubungan baik dan kerjasama ini, diharapkan ada saling pengertian. Kesamaan persepsi. Sikap dan perlakuan terhadap siswa. Dalam kunjungan rumah, guru mata pelajaran dapat memperoleh data lebih luas dan mendalam tentang perkembangan siswa, karakteristik, sikap, kebiasaan serta aktivitasnya dalam keluarga dan lingkungan masyarakat sekitar, serta kondisi kehidupan keluarga siswa.
Kegiatan ini bermanfaat untuk:
1.      Membiasakan anak untuk bergaul dengan teman-temannya, bagaimana mengemukakan pendapatnya dan menerima pendapat dari teman lain
2.      Merealisasikan tujuan pendidikan dan pengajaran melalui belajar secara kelompok
3.      Mengatasi kesulitan-kesulitan, terutama dalam hal pelajaran secara bersama-sama
4.      Belajar hidup bersama agar nantinya tidak canggung didalam masyarakat yang lebih luas
5.      Memupuk rasa kegotong-royong
c. Pertemuan Guru Murid
Sewaktu-waktu apabilah dibutuhkan, maka guru perlu mengadakan pertemuan dari hati-kehati dengan murid. Pertemuan itu dapat dilakuakan sebelum sekolah dimulai, pada waktu isterahat, atau setelah sekolah usai. Dari pertemuan tersebut akan didapatkan data mengenai siswa yang mungkin sedang bermasalah.
3. Keterbatasan guru 
            Jika melihat realita bahwa di Indonsia jumlah tenaga konselor professional memang masih relatif terbatas, maka peran guru sebagai pembimbing tampaknya menjadi penting. Ada atau tidak ada konselor professional disekolah, tentu upaya pembimbigan terhadap siswa mutlak diperlukan. Jika kebetulan disekolah sudah tersedia tenaga konselor professional, guru bisa bekerja sama dengan konselor bagaimana seharusnya membimbing siswa di sekolah. Namun jika belum, maka kegiatan pembimbingan siswa tampaknya akan bertumpu pada guru.
Beberapa keterbatasan guru antara lain:
a.       Guru tidak mungkin lagi menangani masalah-masalah siswa yang bermacam-macam, karena guru tidak terlatih untuk melaksanakan semua tugas itu.
b.      Guru sendiri sudah berat tugas mengajarnya, sehingga tidak mungkin lagi ditambah tugas yang lebih banyak untuk memecahkan berbagai macam masalah siswa.
4. Upaya Guru Dalam Mengobtimalkan Peranannya
            Agar guru dapat mengobtimalkan perannya sebagai pembimbing, berikut ini bebrapa hal yang perlu diperhatikan:
a.       Guru harus memiliki pemahaman tentang anak yang sedang dibimbingnya. Misalnya pemahaman tentang gaya dan kebiasaan belajar serta pemahaman tentang petensi dan bakat yang dimiliki anak, dan latar belakang kehidupannya. Pemahaman ini sangat penting, sebab akan menentukan teknik dan jenis bimbingan yang harus diberikan kepada mereka.
b.      Guru dapat memperlakukan siswa sebagai individu yang unik dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sesuai dengan keunikan yang dimilikinya.
c.       Guru seharusnya dapat menjalin hubungan yang akrab, penuh kehangatan dan saling percaya, termasuk didalamnya berusaha menjaga kerahasiaan data siswa yang dibimbing, apabilah data itu bersifat pribadi.
d.      Guru senantiasa memberikan kesempatan kepada siswanya untuk menkonsultasikan berbagi kesulitan yang dihadapi siswanya, baik ketika sedang berada dikelas maupun diluar kelas.
e.       Guru sebaiknya dapat memahami prinsip-prinsip umum konseling dan menguasai teknik-teknik dasar konseling untuk kepentingan pembimbingan siswanya, khususnya ketika siswa mengalami kesulitan-kesulitan tertentu dalam belajarnya.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
            Hakikat bimbingan dan konseling di Sekolah Menengah Pertama dapat dibedakan atas bimbingan dan konseling.
·         Bimbingan adalah suatu bentuk bantuan yang diberikan kepada individu agar dapat mengembangkan kemampuannya seoptimal mungkin, dan membantu siswa agar memahami dirinya (self understanding), menerima dirinya (self acceptance), mengarahkan dirinya (self direction), dan merealisasikan dirinya (self realization)
·         Konseling adalah bantuan diberikan kepada individu yang mengalami masalah agar memperoleh konsep diri dan kepercayaan diri dalam mengatasi masalah guna memperbaiki tingkah lakunya dimasa yang akan dating.
·         Perlunya bimbingan dan konseling di sekolah menengah pertama karena berhubungan erat dengan pencapaian tujuan pendidikan nasional.
·         Fungsi bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Pertama antara lain: Fungsi penyaluran (distributive), fungsi penyaluran (adjektif), dan fungsi adaptasi(adaptif).
·         Kegiatan BK dalam kurikulum berbasis kompetensi, kerangka kerja layanan BK dikembangkan dalam suatu program BK yang dijabarkan dalam 4(empat) kegiatan utama yakni: Layanan dasar bimbingan, layanan responsive, layanan perencanaan individual, dan dukungan system.
·         Peran guru mata palajaran dalam pelaksanaan Bimbingan dan konseling adalah terletak pada kekuatan intensitas hubungan interpersonal antara guru dengan siswa yang dibimbingnya